Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 April 2011

Melihat rejeki Allah di setiap peluang



Miris mendengar cerita seorang teman yang bekerja di daerah Sudirman dengan gaji 700 ribu rupiah per bulannya, belum lagi dipotong bayar kosan 400 ribu rupiah per bulan. Sisa uang 300 ribu rupiah harus cukup untuk membiayai transportasi dan makan selama sebulan. Masih bersyukur karena ia punya teman satu kos yang kadang ditumpangi untuk berangkat dan pulang kerja, itu juga kalau kebetulan mereka bisa berangkat bareng. Belum lagi ia harus menahan rasa lapar karena kehabisan uang.


Lain lagi cerita teman yang bekerja sambil kuliah, dengan gaji satu juta per bulan sebagiannya habis untuk bayar cicilan pinjaman uang kuliah. Belum lagi masih ada adik yang harus dibiayai sekolahnya. Hidupnya bergantung dengan kebaikan penjual makanan di kantin yang sering ia hutangi sebelum mendapatkan gaji. Tapi bersyukurnya ia sering mendapat proyek dari pekerjaannya dan uang transportasi jika ia ditugaskan keluar kantor. Setidaknya masih ada tambahan penghasilan untuk menutupi hutang-hutangnya.


Mungkin kita melihat betapa sulitnya hidup mereka, tapi kita tidak tahu di balik ujian Allah itu mungkin Allah sedang Mempersiapkan kehidupan yang lebih baik. Allah telah Mengatur rejeki setiap hambaNya, kita hanya perlu untuk berdoa, berusaha dan tawakal. Kita harus pandai mencari peluang dimana Allah akan Menurunkan rejeki itu. Jangan pernah menganggap remeh suatu pekerjaan dengan alasan tidak cocok atau dengan gaji yang tidak sesuai, mungkin itu awal dari ujian yang Allah Berikan, mungkin juga itu merupakan jalan menuju keberkahan dan rejeki yang Allah siapkan untuk kita. Setiap langkah, selama kita masih bisa dan mampu, jangan pernah berhenti untuk berusaha. Karena berhenti atau diam sama saja dengan kematian. Bahkan kita dianjurkan berjalan dan keluar rumah untuk mencari rejeki itu. Entah nanti kita akan menemukan sekoin uang, atau kita akan bertemu dengan orang yang akan memberi kita pekerjaan atau bahkan diberi sebungkus nasi sekedar untuk memenuhi kewajiban kita pada tubuh ini. Allah tidak pernah tidur, Allah tidak pernah diam Melihat setiap usaha hambaNya. Kalaupun Allah belum juga mendatangkan rejeki itu pada kita, itu karena Allah ingin Melihat seberapa kuat usaha kita untuk 'merayu' Allah dengan setiap doa yang kita panjatkan.

Kamis, 24 Maret 2011

Sholat dan manajemen waktu manusia

Kalau dipikir-pikir, waktu sholat 5 waktu itu sesuai dengan jadwal atau rutinitas kita sehari-hari.
.
Waktu sholat shubuh, bikin kita bangun tidur tepat waktu. Setelah sholat bisa langsung siap-siap untuk bekerja, kuliah, atau sekolah. Habis shubuh juga baik untuk olahraga atau bantu-bantu ibu beresin rumah.
.
Waktu sholat dzuhur, pas banget dengan jadwal istirahat siang, kira-kira sekitar jam 12 siang. Setelah menunaikan sholat dzuhur, bisa langsung makan siang. Tapi ada juga yang mendahulukan makan siang karena belum datang adzan atau karena perut sudah terlalu berisik untuk minta diisi.
.
Waktu sholat ashar, biasanya jatuh sekitar pukul 3 dan 4 sore. Waktu tersebut merupakan waktu-waktu kita lelah atau mengantuk dalam bekerja, dengan mengambil wudhu lalu sholat, insyaAllah rasa lelah atau mengantuk bisa terobati. Buat anak-anak, waktu ashar juga bisa dilakukan setelah pulang sekolah atau setelah bangun tidur agar tidur siang tidak kebablasan. Bahkan waktu ini adalah jam pulang kantor bagi para Pegawai Negeri, jadi sebelum pulang sebaiknya sholat ashar dahulu agar hati tenang dan selamat di dalam perjalanan pulang.
.
Waktu maghrib biasanya datang sekitar pukul 6 sore menjelang malam. Ini adalah jam pulang kantor karyawan swasta pada umumnya, sama halnya dengan yang di atas, sebelum pulang sebaiknya sholat maghrib dahulu agar hati tenang dan selamat di dalam perjalanan pulang. Bagi pegawai yang lembur, sebaiknya istirahat sebentar untuk sholat sekalian meregangkan otot atau makan malam. Waktu ini juga membatasi anak-anak yang sedang bermain untuk segera pulang ke rumah, mandi kemudian berangkat ke masjid. Ada juga orang atau anak-anak yang mengisi waktu dengan mengaji setelah sholat maghrib hingga adzan isya datang.
.
Waktu isya, dilakukan di malam hari dengan jangka waktu yang cukup panjang. Waktu sholat isya juga bisa digunakan untuk mengucap syukur pada Allah atas rahmatNya kepada kita sepanjang hari. Meskipun sholat isya bisa dilakukan sebelum tidur, lebih baik dilakukan tepat pada waktunya.
.
Subhanallah, begitu tepatnya Allah menentukan waktu sholat. Sehingga waktu sholat dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk melakukan hubungan dengan Allah (habluminallah), tetapi juga dapat digunakan untuk rehat sejenak atau melakukan aktivitas lain yang bermanfaat. Kira-kira ada gak ya penelitian yang membuktikan bahwa ada pengaruh antara kebiasaan sholat tepat waktu dengan kemampuan manajemen waktu seseorang??
.
*gara-gara baca tweets-nya temen, jadi pengen nulis di blog... (izin share ya bro!)

Rabu, 23 Maret 2011

Ayo bergerak!!!


Gerakan adalah kehidupan, sedangkan diam adalah kematian...

Setiap makhluk yang telah Allah Ciptakan selalu bergerak, bahkan bumi yang sebesar ini pun tidak pernah diam untuk mengitari matahari. Seekor lalat jika berhenti untuk bergerak maka ia tidak akan mendapat makanan dan akhirnya mati. Seyogianya, manusia juga tidak boleh berhenti untuk terus bergerak. Bergerak tidak harus berpindah tempat, bergerak bisa juga berarti produktif meskipun di tempat yang sama.

Kamis, 10 Maret 2011

Cinta dunia dan akhirat

Aku lebih mencintai KEMISKINAN, karena itu mendekatkanku pada Allah.
Aku lebih mencintai PENYAKIT, karena itu akan menghapus dosa-dosaku.
Aku lebih mencintai KEMATIAN, karena akan mempertemukanku dengan Rabb-ku.
.
Subhanallah, begitulah ucap dari salah seorang sahabat Rasul (yang aku lupa namanya). Tiga hal yang secara naluri tidak disukai setiap manusia, namun ia lebih mencintainya. Dimana saat ini banyak manusia yang lebih mencintai kehidupan dunia dibanding akhirat. Banyak orang yang bangga dengan apa yang dimilikinya di dunia, namun ada juga manusia yang takut bahwa apa yang dimiliki di dunia ini menjadi penghalang menuju surga-Nya. Astaghfirullah, semoga kita menjadi manusia yang tidak mencintai dunia melebihi cinta pada akhirat. 8 hal yang dimiliki manusia tetapi sesungguhnya merupakan ujian dari Allah, berdasarkan surat At-Taubah [9] : 24
.
Katakanlah, jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-daudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah Memberikan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.
.
Namun, bukan berarti kita harus membenci dunia dan menghindari kedelapan hal tersebut. Jika diperlakukan dengan baik dan digunakan sebagai sarana beribadah kepada Allah, kedelapan hal tersebut dapat menjadi penolong untuk menuju surga. Taruhlah dunia di tanganmu, jangan disimpan di dalam hatimu. Karena sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah sementara menuju kehidupan yang kekal di akhirat. Karena barangsiapa yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Allah dan merasa puas dengan kehidupan dunia maka mereka itu tempatnya di neraka (kutipan dari surat Yunus [10] : 7-8).

Kamis, 24 Februari 2011

Sedikit mengingatkan tentang sholat

Seringkali aku merasa geram dengan orang-orang yang mengaku beragama Islam tapi tidak melaksanakan sholat. Aku memang bukan Muslim yang sempurna, tapi sebisa mungkin jangan sampai aku meninggalkan sholat kecuali disaat yang memang diperbolehkan untuk tidak melaksanakan sholat. Meskipun sulit untuk melakukan sholat dengan khusyuk, jadwal sholat yang tidak selalu tepat waktu, menjamak sholat hanya karena "tanggung" mengerjakan sesuatu atau dalam perjalanan, mengerjakan sholat disisa-sisa waktu dan tenaga, tapi sholat akan tetap menjadi kewajiban dan juga kebutuhanku.
.
Jika bisa dihitung berapa banyak nikmat yang Allah Berikan, tidak akan ada yang mampu melakukannya. Bahkan setiap kedipan mata, setiap udara yang dihirup, setiap detik waktu yang kita gunakan, setiap gerak jantung kita, merupakan karunia Allah. Tapi apa yang sudah kita berikan padaNya... Pada dasarnya Allah memang tidak Membutuhkan apapun, segala perintahnya hanya untuk menguji seberapa besar keimanan hambaNya. Sholat yang diwajibkan hanyalah 5 waktu, bahkan sholat 4 rokaat yang jumlahnya paling banyak saja tidak sampai 10 menit orang melakukannya. Bagaimana jika Allah mewajibkan sholat 50 waktu seperti yang pernah diperintahkan Allah kepada Rasul sebelum Allah Meringankannya hingga menjadi 5 waktu... Bagaimana jika Allah Mewajibkan pula sholat tahajjud, sholat dhuha, sholat rawatib... Ahh, manusia selalu ingin yang mudah. Sudah dipermudah, tapi masih saja tidak mau melakukan.
.
Bukan hanya itu, Allah sudah sangat Memberikan kemudahan hambaNya yang mau berusaha melaksanakan sholat. Bagi orang yang dalam perjalanan jauh, diperbolehkan menjamak dan/atau mengqosor sholat. Bagi yang sakit dan tidak diperbolehkan untuk tersentuh air, Allah menyediakan alternatif berwudhu dengan cara tayamum. Yang tidak bisa melaksanakan sholat dengan berdiri dikarenakan sakit, Allah memperbolehkan hambaNya melaksanakan sholat dengan cara duduk, berbaring, bahkan mengedipkan mata atau melalui isyarat. Subhanallah, terlalu banyak kemudahan yang Allah Berikan, tapi mengapa manusia tidak mau melakukan.
.
Padahal dalam Rukun Islam, kewajiban sholat ditempatkan pada posisi nomor dua setelah syahadat. Setelah manusia dinyatakan Islam, bisa karena disyahadatkan oleh orang tuanya ataupun membaca syahadat karena menjadi mualaf, maka timbul kewajiban untuk melaksanakan sholat. Sholat memang berbeda dengan ibadah lainnya seperti puasa yang masih bisa diganti dengan membayar fidyah bagi yang sudah tidak mampu melakukannya, atau zakat yang diwajibkan bagi Muslim yang sudah mencapai nisabnya, atau haji yang hanya diwajibkan bagi yang mampu melakukan. Tapi sholat merupakan amalan yang akan dipertanyakan paling pertama di yaumul hisab nanti, bukan amalan lain meskipun itu adalah kebaikan. Memang akhlak dan perbuatan juga harus mencerminkan pribadi Islami, tapi apa jadinya orang yang mengaku Islam dan berkepribadian Islam tapi tidak menjalankan kewajiban sholat... Astaghfirullah
.
Teman, tulisan ini merupakan peringatan bagi diriku sendiri. Tapi aku harap tulisan ini dapat mengingatkan kalian juga, karena sesama Muslim sudah sepatutnya untuk saling mengingatkan dalam kebaikan. Semoga kita menjadi hambaNya yang taat kepadaNya, menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya.

Rabu, 23 Februari 2011

cerita di suatu pagi

Pagi tadi aku bersama suamiku makan ketoprak di pinggir jalan margonda... Tiba-tiba kulihat seorang bapak tua menyebrang dari sebrang jalan tempat kami makan, tak kusangka ternyata ia seorang buta dengan peci di kepala dan tongkat yang digunakan untuk berjalan. Sayangnya trotoar pemisah jalan itu berpagar, sehingga si bapak tua kesulitan menyebrang. Ia harus menyusuri jalan hingga menemukan celah tanpa pagar, agar ia bisa melanjutkan jalan ke sebrang. Aktivitas makanku berhenti sejenak untuk memperhatikan si bapak tua, tak terpikirkan bagaimana caranya ia dapat menyebrang, tak bisa kubayangkan bagaimana jika ia tertabrak kendaraan yang melaju kencang di jalan besar itu. Tapi ternyata tidak semua pengguna jalan raya itu begajulan, mereka pasti paham bahwa yang sedang menyebrang adalah seorang bapak tua yang buta dengan peci di kepala dan tongkat yang digunakan untuk berjalan, sehingga ada seorang pengemudi motor yang melambai-lambaikan tangan ke atas agar pengemudi kendaraan lainnya yang dibelakang dapat memperlambat laju kendaraannya. Dan akhirnya si bapak tua itu sampai ke tujuan dengan selamat. Subhanallah, Allah Memberikanya tak dapat melihat, namun Ia selalu Memberikan perlindungan bagi setiap hambaNya...

Selasa, 23 Februari 2010

Sebuah renungan...

"... dan Allah Mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berkata), "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap hal ini." (Al-A'raf 7 : 172)
.
Begitulah roh dari manusia bersaksi. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa kesaksian mereka merupakan suatu komitmen untuk bertaqwa kepada Allah yang berarti mentaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. "Belum mendapat hidayah", menjadi alasan banyak orang. Kata Ustadz Bayu S. Wibowo waktu saya mengikuti sebuah kajian, hidayah adalah bertemunya keinginan kita dengan kehendak Allah. Saya setuju dengan pendapat seseorang yang menyatakan bahwa hidayah itu sudah ada dari dulu dengan turunnya Al-Qur'an, manusianya saja yang tidak menjalankan. Manusia tidak merespon hidayah, kalo versinya Ustadz Ja'far Aziz. Seharusnya dengan adanya Al-Qur'an, manusia berusaha untuk membaca, mempelajari, memahami, sampai dengan berkehendak untuk menjalankan. Mungkin itu yang dimaksud dengan merespon hidayah.
.
"Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu (Al-Qur'an) dari Tuhan-mu sebelum datang azab kepadamu secara mendadak, sedang kamu tidak menyadarinya. Agar jangan ada orang yang mengatakan, "Alangkah besar penyesalan atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memperolok-olokan (agama Allah)". Atau (agar jangan) ada yang berkata, "Sekiranya Allah Memberi petunjuk kepadaku tentulah aku termasuk orang-orang yang bertaqwa". Atau (agar jangan) ada yang berkata ketika melihat azab, "Sekiranya aku dapat kembali (ke dunia), tentu aku termasuk orang-orang yang berbuat baik". Sungguh, sebenarnya keterangan-keterangan-Ku telah datang kepadamu, tetapi kamu mendustakannya, malah kamu menyombongkan diri dan termasuk orang kafir." (Az-Zumar 39 : 55-59)
.
Istilah penyesalan selalu datang belakangan memang benar. Ketika menghadapi hari Kiamat, manusia banyak yang akan menyesal karena telah melanggar kesaksiannya sediri, seakan-akan mereka ingin diberi kesempatan turun ke bumi lagi untuk memperbaikinya. Namun semua itu sia-sia.
.
"... Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah." (Al-A'raf 7 : 179)
.
Astaghfirullah...
Semoga kita tidak termasuk orang yang merugi dan menyesal di hari Kiamat nanti.

Rabu, 17 Februari 2010

Nikah siri dan poligami, haramkah??!

Wanita mana sih yang mau dinikah siri atau dipoligami??? Mungkin hampir sebagian besar wanita menjawab "tidak!!!". Banyak yang bilang menikah siri atau poligami itu merugikan pihak wanita. Istri dan anak dari nikah siri tidak mendapatkan hak yang sama dengan pernikahan yang tercatat di KUA. Istri dan anak dari suami yang berpoligami merasa tidak adil dengan pembagian harta atau jatah kunjungan. Tapi marilah kita kembali ke hukum yang sudah Allah tentukan... Menikah, jika sudah memenuhi rukun-rukunnya maka sah dihadapan Allah. Meskipun masyarakat Indonesia sekarang beranggapan bahwa nikah yang tidak tercatat oleh KUA disebut nikah siri. Dengan adanya RUU HMPA (Hukum Materiil Peradilan Agama), orang yang tidak mencatat pernikahannya di KUA akan mendapat hukuman pidana.
.
Ada beberapa alasan mengapa banyak masyarakat Indonesia yang melakukan nikah siri, misalnya karena biaya atau keterbatasan informasi bagi masyarakat daerah. Seperti yang saya lihat di televisi, banyak pasangan yang sudah lanjut usia justru sangat antusias mengikuti nikah massal gratis. Mereka sudah menikah sah secara agama, namun karena tidak adanya biaya atau pengetahuan mereka yang kurang, maka pernikahannya tidak dicatatkan oleh pemerintah. Saya sependapat dengan seorang ibu (lupa namanya) dalam acara Debat di salah satu stasiun TV, bahwa sebaiknya orang yang melakukan nikah siri (tidak mencatatkan pernikahannya) bukan dihukum pidana tapi justru pemerintah memberikan fasilitas terhadap pasangan yang belum mencatatkan pernikahannya itu.
.
Begitu juga dengan poligami...
.
"... maka nikahilah perempuan yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Tetapi jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil, maka nikahilah seorang saja..." (An-Nisa 4 : 3)
.
Berdasarkan ayat tersebut, Islam tidak mengharamkan poligami. Dan kita sebagai ummat Islam tentunya juga tidak boleh mengharamkan suatu hal yang dihalalkan oleh Allah, meskipun hal itu tidak kita senangi. Allah mengutus Muhammad s.a.w. sebagai teladan dan contoh bagi ummat manusia, dan Allah memberikan izin padanya untuk menikah dengan empat orang wanita. Tentunya hal ini bisa dianggap contoh oleh ummat Islam bahwa Allah memperbolehkan ummat Islam untuk menikahi beberapa wanita dengan batas maksimal empat orang. Maka dari itu, kata "adil" dalam ayat ini bisa berarti adil yang dapat dilakukan oleh manusia, karena sesungguhnya Muhammad s.a.w. juga merupakan manusia seperti kita.
.
Saya membaca ayat lain yang artinya:
.
"... Kami nikahkan engkau dengan dia (Zainab) agar tidak ada keberatan bagi orang Mukmin untuk (menikahi) istri-istri anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya terhadap istrinya..." (Al-Ahzab 33 : 37)
.
Mungkin inilah salah satu dari berbagai hikmah mengapa Allah memberikan contoh berpoligami melalui Muhammad s.a.w.. Berdasarkan ayat ini, maka halal hukumnya menikahi mantan istri dari anak angkat jika segala urusan (masa idah) sudah selesai. Sehingga tidak ada larangan bagi ummat Islam untuk melakukan hal yang sama.
.
Terkait masalah nikah siri dan poligami yang merugikan pihak wanita, seharusnya dibuat peraturan dimana hak dari istri dan anak yang dinikah siri atau dipoligami sama dengan pernikahan yang dicatatkan di KUA maupun dengan istri yang sah menurut pemerintah. Bukan malah membuat peraturan dimana pelaku nikah siri dan poligami mendapat hukuman pidana. Lain halnya dengan pelaku nikah mut'ah (nikah kontrak) yang memang dilarang oleh Islam, maka pernikahannya dianggap tidak sah.
.
"Permudah nikah, persulit talak/cerai"
Islam begitu indah... Bagi orang-orang yang ingin menyegerakan untuk menyempurnakan separuh dien-nya, Islam menganjurkan untuk mempermudah pernikahan. Maka sebaiknya pemerintah juga memfasilitasi sehingga masyarakat terbebas dari perbuatan zina. Subhanallah...
.
Semoga tulisan ini bermanfaat, saya mohon maaf maaf jika ada kesalahan. Ini hanya sebatas opini dari saya, mohon masukannya. Allah Maha Benar atas segala sesuatu...

Kamis, 07 Januari 2010

FOKUS !!!

Hidup adalah pilihan...
Kayaknya sering banget kita denger kalimat itu, dibilang basi gak juga sih! soalnya emang hidup itu penuh dengan pilihan-pilihan dan memaksa kita untuk memilih...

Semester depan adalah semester terakhirku, berarti aku akan menghadapi ujian akhir yang tentunya diawali dengan skripsi. Tapi bukan cuma skripsi, masih ada 3 mata kuliah lagi yang harus aku ambil! sepertinya cukup berat... Beberapa pilihan muncul, berhenti kerja di MaPPI, berhenti ngajar di D3 atau berhenti 2-2nya. Setelah dipikirkan baik-baik dengan kepala dingin dan hati tentram (apaan sih?!), akhirnya aku melepas tawaran ngajar untuk semester depan. Aku tetep mempertahankan kerja karena aku masih ingin bekerja disini setidaknya untuk beberapa tahun ke depan. Setelah aku bicara dengan sekretariat D3, Mas Parman yang sangat baik hati membolehkan aku "istirahat" ngajar untuk fokus di akhir kuliahku dan kembali mengajar tahun ajaran berikutnya.

Yah, sekarang waktunya serius beresin kuliah (padahal dari awal kuliah juga udah serius qo!). Saat ini yang aku harapkan ingin membanggakan kedua orang tuaku dengan memberikan dua huruf di belakang namaku "S" dan "E", syukur2 kalo bisa ngasih "kursi kehormatan" untuk mereka.

Ya Allah, hanya kepada Engkau aku meminta...
hanya kepada Engkau aku memohon pertolongan...

Yup, ini adalah salah satu pilihanku! bismillah, semoga Allah Meridhoi...

Senin, 23 November 2009

NO LIMIT!!!

Akhirnya aku menemukan kata-kata yang pas... NO LIMIT!!!

Allah Maha Sempurna, Maha Kaya, Maha Segala-galanya... Allah memberikan berbagai macam potensi pada makhlukNya. Tanpa kita sadari, kita memiliki banyak sekali potensi. Hanya yang tidak mau berusaha untuk menggali dan mengembangkan potensi, yang tidak akan mengetahui potensi-potensi yang ada di dalam dirinya.

Buatku waktu sangat terbatas tapi yang ingin dilakukan tidak terbatas. Sebisa mungkin aku memanfaatkan setiap detik waktu untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat, termasuk waktu untuk istirahat harus digunakan secara efektif...

Sifat ini dianugerahkan oleh Allah dan diturunkan dari kedua orang tua yang juga pekerja keras dan selalu mencari kesibukan (dalam konteks positif). Belum lagi lingkungan yang sangat mendukung. SMP mulai aktif ekstrakurikuler, SMA aktif organisasi, dan kuliah tempat menunangkan segala kemampuan dan potensi yang aku miliki. Setelah keluar dari kuliah (meskipun sekarang masih ngelanjutin kuliah), aku berusaha mewujudkan semua yang telah ku "pelajari" menjadi suatu perbuatan yang nyata.

Mungkin beginilah hidup. Manusia bermetamorfosis dan selalu melakukan perubahan. Man jadda wa jadda, bagi yang ingin berusaha maka ia akan memperoleh apa yang diinginkan. Bekerjalah bagaikan kamu akan hidup selamanya, maka jangan pernah batasi diri kita dengan keterbatasan.

Rabu, 08 Juli 2009

Zaman Jahiliyah Modern

Ketika kita belajar Agama Islam waktu sekolah dulu, kita menganggap bahwa jahiliyah memiliki arti secara bahasa yaitu kebodohan, suatu zaman sebelum Rasul memperkenalkan Islam. Salah satu tokoh yang menggambarkan kejahiliyahan pada saat itu adalah Abu Jahl, pasti kita tidak asing lagi dengan namanya. Abu Jahl adalah nama populer dari 'Amr ibn Hisyam. Sesungguhnya ia merupakan tokoh quraisy yang ditakuti karena sifat kerasnya dan pernah mengakui bahwa dirinya adalah ‘aziizul kariim (orang perkasa lagi mulia). Ia menjadi salah satu penentang ajaran Rasul, dan “mengintimidasi” Abu Thalib (paman Rasul) untuk tetap menganut agama nenek moyang disaat beliau menghembuskan nafas terakhirnya. Jahiliyah yang sering diartikan sebagai kebodohan, kemiskinan, atau keterbelakangan sepertinya tidak sejalan dengan apa yang dimiliki oleh Abu Jahl. Tetapi justru ialah biang kejahiliyahan, yang merabunkan pandangan masyarakat saat itu terhadap kebenaran, menutup telinga atas ajaran tauhid, dan menghalangi orang untuk beribadah kepada Allah.

Zaman jahiliyah tidak hanya terjadi pada zaman Rasul. Bahkan kondisi di masyarakat kita saat ini bisa disebut jahiliyah. Jahiliyah modern. Muhammad Quthb menyebutkan setidaknya ada empat kriteria suatu zaman dapat dikatakan zaman jahiliyah.

Pertama, tidak adanya iman yang sesungguhnya kepada Allah ta’aala. Saat ini banyak masyarakat kita yang mengaku beragama Islam namun tidak mau menjalankan apa yang telah diperintahkan, tidak mau menerima seluruh konsekuensi dari agama pilihannya, menerima segala aturan Allah dengan setengah-setengah dan masih percaya dengan kebiasaan nenek moyang seperti yang dilakukan oleh orang-orang quraisy.

Kedua, tidak adanya pelaksanaan hukum menurut apa yang telah diturunkan oleh Allah, namun hanya mengikuti hawa nafsu manusia. Dimana aturan yang seharusnya berdasarkan Al-Quran dan Hadits namun ternyata dibuat berdasarkan subjektivitas dan logika pribadi.

Ketiga, hadirnya thaghut yang membujuk manusia untuk tidak taat kepada Allah. Thaghut bukan hanya berarti berhala atau sesembahan, tetapi segala sesuatu yang di-Tuhan-kan oleh manusia. Para remaja misalnya, tidak sadar bahwa artis yang mereka idolakan bisa menjadi thaghut. Para penguasa tidak menyadari bahwa “kursi” yang mereka duduki atau kendaraan yang mereka gunakan juga bisa menjadi thaghut.

Keempat, adanya sikap menjauh dari agama Allah. Banyak manusia yang tidak merasa bersalah jika melakukan apa yang Allah larang. Kedzaliman sudah menjadi hal yang biasa, kemaksiatan menjadi pemandangan sehari-hari. Banyak orang membenarkan hal yang biasa, bukan membiasakan hal yang benar dan sesuai syariat. Kesalahan dianggap maklum, yang dicari adalah pembenaran bukan kebenaran.

Intinya, jahiliyah itu adalah syirik. Sadar atau tidak sadar, kita (termasuk saya) sering berada dalam kejahiliyahan. Bahkan kejahiliyahan dapat diatur atau diskenariokan oleh Abu Jahl-Abu Jahl modern saat ini. Bagaimana membentuk masyarakat yang takut dengan Islam, anti-syariat. Namun, kita masih bisa keluar dari kondisi ini dengan tetap berpegang pada apa yang telah diturunkan oleh Allah. Semoga kita bukan merupakan bagian dari masyarakat jahiliyah...

“Allah ta’aala Peindung orang-orang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya adalah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (Al-Baqarah: 257)

Wallahu ‘alam bishawab


Sumber inspirasi: Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim, Salim A. Fillah

Rabu, 06 Mei 2009

hikmah dari satu kalimat

Siang ini air di kamar mandi tempat ku bekerja sedang mati, padahal sudah waktunya sholat dzuhur… Akhirnya ku putuskan untuk sholat di Masjid Ukhuwah Islamiyah (MUI), di samping gedung kantorku. Lebih jauh sih dibandingkan dengan mushola yang ada di lantai bawah, tapi gak apa2, setidaknya aku masih bisa mengharapkan pahala dari setiap langkahku menuju dan pulang dari masjid itu.

Hmmmm… MUI.
Jadi teringat ketika tempat itu menjadi tempat yang memiliki tingkat kenyamanan cukup tinggi buatku, terutama ketika aku masih menjadi mahasiswa kelas pagi. Sambil jalan aku mendengar seseorang sedang menyampaikan ceramah ba’da sholat dzuhur, mungkin seorang ustadz. Sebenernya sih gak terlalu fokus ngedengerin, soalnya aku langsung masuk ke tempat wudhu. Tapi ada satu kalimat yang paling aku tangkep dari ceramah ustadz itu…

“tidak ada satu makhluk pun yang tidak mengetahui siapa Tuhannya”

Setelah berwudhu segera kumasuki tempat sholat akhwat di lantai 2. Kutunaikan sholat dzuhur ditambah dengan sunnah rawatib, kemudian kubiarkan tubuhku beristirahat sejenak untuk menikmati berada di tempat ini lagi. Ternyata masjid ini masih memiliki tingkat kenyamanan yang cukup tinggi buatku! Sayangnya aku tak bisa terlalu lama karena aku harus kembali ke depan komputer untuk menyelesaikan pekerjaan dan tugas kuliah.

Selama perjalanan pulang, kucerna kembali kalimat yang disampaikan ustadz pada ceramah tadi.

“tidak ada satu makhluk pun yang tidak mengetahui siapa Tuhannya”

Tentu saja! Karna sesungguhnya setiap benda yang ada di alam raya ini berdzikir menyebut nama Allah dengan caranya masing-masing. Belum lagi manusia yang ruhnya ditiupkan disaat hari ke 120 berada di rahim ibunya, telah berjanji untuk mengakui bahwa Allah-lah Tuhan mereka.

Salah satu sifat dasar manusia adalah memiliki rasa ketergantungan. Sebagai ummat Islam, tentunya sifat ketergantungan ini seharusnya ditujukan hanya pada Allah. Kadang aku merasa heran dengan manusia yang sudah mendapatkan begitu banyak nikmat dunia (mulai dari nikmatnya sehat, bisa memakan makanan apapun yang diinginkan, mendapatkan nilai baik, pekerjaan baru dengan gaji tinggi, and the bla… bla… bla…) tetapi tidak menyadari bahwa seluruh nikmat itu berasal dari pemberian Allah. Sehingga tidak ada yang dilakukannya untuk mensyukuri nikmat-nikmat tersebut. Contoh sederhananya, mau menerima nikmat tapi tidak mau disuruh sholat.

Atau ada juga manusia yang begitu banyak mendapatkan kesulitan (rezeki tidak lancar, badan tidak sehat, mendapatkan nilai jelek, kehilangan pekerjaan, susah mendapatkan jodoh, and the bla… bla… bla…) tidak menyadari bahwa sesungguhnya yang dia terima itu adalah pemberian Allah juga. Saking tidak bersyukurnya, ia hanya bisa meratapi nasib dan menyalahkan Tuhannya tapi tidak mau merubahnya dengan beribadah lebih sungguh-sungguh.

Fabi ayyi alaa irobbikumaa tukadzibaan…
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Semoga ini menjadi sebuah renungan

Senin, 04 Mei 2009

cerita kehidupan atas nama CINTA

Pernahkah terpikirkan mengapa Allah menciptakan kita?

Allah menciptakan segala sesuatu pasti ada manfaatnya. Allah tidak menciptakan kita, makhluk-Nya, selain karena satu hal yaitu: CINTA.

Setiap benda di angkasa yang diciptakan untuk kemudian bergerak, berputar atau beredar dengan teratur... Setiap benda di bumi yang diciptakan kemudian tumbuh, jatuh, mengalir, atau terbang ke arah angin yang menghembusnya... Setiap bunga yang mekar, setiap ulat yang berubah menjadi kupu-kupu indah... Semua tercipta karena cinta. Seperti kata Ibnu Qayyim dalam Taman Para Pencinta, semua gerak di alam raya ini, di langit dan bumi, adalah gerak yang lahir dari kehendak dan cinta. Subhanallah...

Ya, Allah menciptakan kita karena Ia mencintai kita... Bahkan jika Allah tidak mendapatkan manfaat dari ciptaan-Nya, maka tidak ada yang dapat menjelaskan motif di balik cerita kehidupan itu kecuali hanya satu kata: CINTA. Mengutip tulisan Anis Matta dalam Serial Cinta.

Percayakah kau bahwa Allah mencintaimu?
Dan apa yang telah kau lakukan untuk membalas cinta Allah kepadamu?

Buktikanlah kalau Allah tidak sia-sia menciptakanmu dan memberikan kau kesempatan untuk hidup...
Balaslah cinta Allah dengan seluruh cinta yang kau miliki, cinta terhebat yang tak pernah kau serahkan selain hanya kepada-Nya.

Ya Allah,
ketika kudekati diri-Mu sejengkal, maka Kau menghampiriku sehasta.
ketika kudekati diri-Mu dengan berjalan, maka Kau menyambutku dengan berlari...
inginnya aku menghambur untuk melebur dengan cinta-Mu.

disaat aku tak bisa mendefinisikan cinta-Mu kepadaku...