Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Maret 2011

Menu hari ini... (2)

Kayaknya minggu ini aku lagi doyan belajar masak! Apa mungkin ada hubungannya dengan perkiraan dokter yang katanya anakku berjenis kelamin perempuan, gak tau juga deh... Tapi minggu ini hampir setiap hari aku nyobain menu-menu yang mudah dibuat. Selain tumis-tumisan, kemarin aku membuat sambel goreng kentang. Meskipun bumbunya agak beda dengan sambel goreng kentang pada umumnya, tapi menurutku sambel goreng kentang buatanku lumayan juga rasanya. Selain itu, aku juga membuat telor ceplok bumbu kecap seperti yang sering ibu buatkan untukku. Semalam aku memasak kembang kol goreng tepung kesukaan suamiku, ternyata rasa kembang kol yang manis dicampur dengan rasa tepung yang asin dan gurih menciptakan sensasi masakan kembang kol yang unik. Tadi pagi aku mencoba membuat perkedel kentang, meskipun rasanya juga agak aneh tapi enak! Aku lupa kalau masak perkedel tuh gak usah pake cabe, tadi maen ulek aja cabenya. Hasilnya perkedel dengan rasa agak pedas, tapi suamiku bilang enak. Hehe... ternyata memasak itu menyenangkan, meskipun capek tapi perasaan seneng dan bangga udah bisa menghasilkan sesuatu. Tidak sulit juga untuk belajar masak, asal ada kemauan segala macam bumbu bisa ditambahkan pada masakan meskipun rasanya akan jadi sedikit berbeda. Beda tipis laaahhhh... v(^.^)

Selamat memasak!!!

Senin, 28 Maret 2011

Menu hari ini...

Hmmmm... cuma pengen cerita aja. Semalem aku masak tumis baby kailan saos tiram dan tahu goreng tepung! Yummy... sampe suamiku minta nambah. Paginya karena tahu dan tepungnya masih ada, ku masak tumis tahu saos tiram dan tahu goreng tepung (lagi!!!). Ternyata masakanku lumayan juga, dan yang lebih bikin seneng suamiku bilang enak. Mudah-mudahan beneran dari hati, heeee... Masih amatiran sih, dengan bahan seadanya dan belum bisa dikreasiin macem-macem. Setidaknya udah mencoba dan berusaha jadi istri yang baik. Karena sebaik-baik seorang istri salah satunya adalah yang bisa masak, yang penting bisa masak, gak harus enak dan sempurna kan! heheeee...

Minggu, 18 Juli 2010

Perjalanan 15 Jam

Pengalaman kali ini benar-benar membuatku gak bisa lupa...
.
Suatu hari sepulang dari rumah Mbah di Solo, aku naik bis sama Ibu. Kebetulan kita dapat kursi yang agak jauh, karena waktu beli tiket ternyata sudah penuh dan kita kebagian kursi sisa. Aku duduk sebangku dengan seorang Bapak yang kira-kira usianya 40-an tahun dengan rambut dan jenggot yang mulai beruban, kaca mata dan topi yang digunakan. Pertama kali kulihat, ia sedang membaca buku dengan cukup serius. Aku baru bisa mengajaknya bicara setelah ia menutup buku dan melepas kaca matanya.
.
Setelah memperkenalkan diri ia bertanya dimana aku kuliah. Setelah dia tahu kuliahku di UI, dia cerita keponakannya ada yang kuliah di UI juga. Trus keponakan yang lain kuliah di universitas "anu", trus ada lagi yang di universitas "itu". Terlintas di kepalaku "qo Bapak ini gak cerita soal anaknya ya?". akhirnya kuberanikan diri untuk nanya soal anaknya, "anak Bapak udah kuliah juga?".
.
Cerita dimulai dengan jawaban dari Si Bapak, "kebetulan anak saya punya kebutuhan khusus"...
.
Namanya Fariz, sekarang umurnya sudah 16 tahun. Ia terlahir normal, namun pada usia 3 tahun 2 bulan ia terserang demam dan dibawa ke rumah sakit. Ternyata di rumah sakit ia tertular suatu virus yang menyerang otaknya. Dokter menyatakan Fariz terkena radang otak yang menyebabkan ia menjadi tuna ganda yaitu buta, tuli dan bisu serta memvonis kalau Fariz akan hidup di atas kursi roda. Bapak dan Ibunya sangat terpukul mendengar vonis dokter, terutama Ibunya. Fariz yang dilahirkan sempurna, sudah bisa berjalan dan berbicara layaknya anak usia 3 tahun lainnya, kini tak bisa apa-apa.
.
Butuh 2 tahun untuk Si Bapak meyakinkan istrinya agar bisa menerima kenyataan dan membangkitkan semangat untuk masa depan Fariz. Kemudian mereka merencanakan untuk memiliki anak lagi, mereka berharap kalau anak mereka sudah besar, ia bisa ikut mengurusi kakaknya Fariz. Akhirnya tahun berikutnya istri Si Bapak hamil, tapi Allah Berkehendak lain, gak lama kemudian istrinya mengalami keguguran kandungan. Tak menyerah, tahun berikutnya mereka mencoba lagi. Akhirnya Si Ibu hamil, lagi-lagi Allah masih Berkehendak untuk menggugurkan kandungan Si Ibu. Masih juga tak menyerah, tahun berikutnya Si Ibu hamil lagi untuk yang ketiga kalinya. Namun, Allah masih belum Memberikan kemampuan pada mereka untuk punya anak lagi. Terakhir tahun 2007, untuk keempat kalinya Si Ibu hamil. Ternyata memang rencana Allah yang berjalan, Si Ibu juga mengalami keguguran. Manusia punya rencana, tapi Allah-lah yang Menentukan jalan hidup manusia.
.
Alhamdulillah Allah menunjukkan kekuasaan-Nya, Fariz bisa berjalan tanpa kursi roda seperti yang divonis oleh dokter, meskipun untuk berjalan Fariz harus dituntun. Sekarang Fariz sudah bersekolah, meskipun dengan susah payah mengajarkan ia untuk mandiri agar bisa melakukan aktivitas seperti makan dan pakai baju sendiri. Selain itu, sekarang Fariz lagi belajar "marah". Iya betul, marah. Karena sebelumnya Fariz belum bisa berekspresi. Sekarang Fariz sudah bisa marah, diapa-apain sudah bisa marah! heee... Setelah itu dia akan diajari untuk tersenyum, tertawa, dan ekspresi lainnya.
.
Begitulah cerita Bapaknya tentang Fariz. Sepanjang Bapak itu bercerita, aku hanya bisa mendengarkan sambil nangis! hee... Untungnya sudah malam dan lampu di dalam bis dimatikan, dan kebetulan juga Si Bapak gak pernah melihat mukaku selama ia bercerita. Ku biarkan air mataku mbleweran di pipi dan sesekali menjawab dengan kata-kata "iya". Cerita tentang Fariz membuatku terharu dan sangat kagum dengan kesabaran dan ketabahan Si Bapak selama 13 tahun merawat Fariz dengan kondisinya. Terlebih lagi ketika dalam perjalanan di tempat peristirahatan, tanpa menuju ke tempat lain terlebih dahulu ia langsung menuju musholla untuk menunaikan kewajiban sholat isya dan maghrib yang tertinggal.
.
Semoga Allah Mentakdirkan kebaikan kepada mereka, dan memberikan kekuatan bagi mereka untuk terus membesarkan Fariz. Dan semoga Fariz menjadi anak yang bisa memberikan kebanggan kedua orang tuanya. Satu lagi doaku, agar aku bisa dipertemukan kembali dengan Si Bapak juga bisa kenal dengan Faris dan Ibunya. Amin
.
.15-16 Juli 2010, Bis Raya Solo-Bogor kursi No 3.

Senin, 26 April 2010

23 April 2010

Selamat Ulang Tahun kami ucapkan
Selamat panjang umur kita kan doakan
Selamat sejahtera sehat sentosa
Selamat panjang umur dan bahagia...
.
Hmmm... udah lamaaaaa banget gak denger lagu itu, mungkin terakhir kali waktu SD! Yup, tanggal 23 April adalah hari kelahiranku, dan sekarang usiaku sudah 23 tahun. Banyak banget yang harus aku syukuri di usia ke 23 ini, semuanya merupakan rahmat Allah. Dan yang paling bikin aku terharu dan bahagia banget di usia yang ke 23 yaitu mengenai pencapaian yang mungkin sederhana tapi tak pernah terpikirkan sebelumnya, soal pekerjaan, kuliah dan sahabat-sahabat yang selalu memenuhi di dalam doa dan harapanku.
.
Hal lucu yang terjadi tepat di malam pergantian menuju tangal 23 April, sahabat Salakers mengucapkan dengan membawa tiramisu cake yang enak (tumben, biasanya kue 10ribuan!) dan memelukku ketika kuceritakan suatu hal tentang diriku. Heee... makasih ya ndah, mi, neu, fel, nop... kayaknya aku gak akan lupa malam itu! Dan hari ini banyak banget yang mengucapkan "Selamat Ulang Tahun", "Happy Birthday", "Met Milad", dan segala macam doa yang tentu saja juga menjadi bagian dari doaku di hari kelahiranku ini.
.
Di usia ke 23 ini mungkin juga banyak yang akan berubah, memang kehidupan akan terus selalu berubah. Aku hanya bisa berusaha menikmati setiap perjalanan hidup yang telah aku lewati. Makasih ya Allah, Engkau telah memberikanku kesempatan hidup sampai saat ini, Engkau telah mengisi setiap hariku dengan cerita yang berujung indah, Engkau telah memberiku begitu banyak kasih sayang melalui orang tua, keluarga, dan sahabat.

Senin, 12 April 2010

di antara himpitan waktu

Hmmm... lama rasanya aku gak nulis di blog ini! Aku cuma pengen cerita aja kalo sekarang aku lagi super duper sibuk (heee... agak lebay!). Tapi beneran!!! Dengan 3 mata kuliah yang tersisa ditambah skripsi yang ditargetkan selesai semester ini juga, belum lagi kerjaan dan empat program yang aku pegang keuangannya. Investigasi Calon Hakim Agung, Renstra dan Blue Print Mahkamah Agung, Restatement Grosse Akta, dan Legal Survey.
.
Dibilang pusing, gak cukup pake kata "banget", lebih dari itu. Tapi aku bersyukur, setidaknya sedikit demi sedikit aku selesaikan meskipun terlalu lambat jika mengerjakan semuanya secara bersamaan. Sekali lagi, multi tasking! Yah, pendewasaan seseorang juga didapat dari proses ini. "Aku bisa, aku pasti bisa!" kalo kata iklan, tapi kalimat itu bikin aku semangat untuk ngejalanin semuanya meskipun perlahan-lahan.
.
InsyaAllah, Allah akan mengabulkan permintaan hambaNya yang mau berusaha dan berdoa... Semoga tulisan ini juga bisa menyemangati teman-teman yang bernasib sama denganku, ini bukanhal suatu hal yang buruk, tapi ini adalah proses pembelajaran yang tidak terasa justru akan meningkatkan kualitas diri kita.

Kamis, 07 Januari 2010

liburanku (2)




Hmmm... Sekarang aku mau cerita tentang liburanku yang kedua di akhir tahun 2009 ini. Sebenernya sih kalo liat di kalender, liburan tahun baru dimulai tanggal 1 Januari yang kebetulan hari Jum'at. Tapi akhirnya atasanku di tempat kerja meliburkan kami dari tanggal 30 Desember! Asiiikkkk...Rata Penuh
Liburan kali ini bertemakan "SILATURAHMI".

Rabu 30 Desember 2009, aku memulai silaturahmi dengan adik2 tercinta kelompok mentoringku. Seperti biasa karena hobi kita makan2, akhirnya aku memilih makan siang di d'cost ITC Depok. Kebetulan kita udah lama gak ketemu karena kesibukan masing2 dan sepertinya kita akan berpisah dalam waktu yang lama karena mereka mau magang (dan aku skripsi!!!) di semester terakhir ini. Gak lupa dong diakhiri dengan foto2! Heee...

Oia hari ini juga bertepatan dengan jadwal sidangnya salah satu temenku di FEUI, sebelum ke d'cost aku sempetin ke sidangnya Ida. Sempet nemuin Ida sebelum masuk, nemenin dia latihan presentasi, dan gak lupa foto2 bareng Meta, Mbak Gita, dan Nadya. Sampe akhirnya Ida keluar dan menangis bahagia karena lulus dan dapet nilai A untuk sidang dan komprenya. Habis itu kita foto2 lagi ditambah DJ, Najwa dan Arum. Makin seru!!!
Jum'at 1 Januari 2010, hari pertama di tahun 2010 ini kuhabiskan bersama my beloved sister, Thifa. Seharusnya sih bareng Fia juga biar lebih terasa lengkap (meskipun gak ada Kuntho, hee...). Yah biar gak jauh2, kita ketemuan di Bogor Botani Square. Seperti biasa, ketemu di Gramedia trus makan. Kali ini kita nyoba menu baru di Pizza Hut, uenaaaaakkk!!! Trus kita jalan2 muterin Boquer, nemenin Fa yang nyari perlengkapan untuk ke nikahan temenya besok. Nemuin barang2 lucu yang akhirnya dibeli... Hmmmmm, luv u much neng!!!

Sabtu 2 Januari 2010, jadwal ngumpul bareng temen2 akhwat FEUI 2005. Ida, Meta, Najwa, Galuh. Tadinya kita udah ngerencanain jalan2 ke Bandung. Tapi hari Sabtu ini juga banyak agenda rutin yaitu NGAJI, dan itu yang lebih penting! Heee... Akhirnya kita nonton Alvin 'n The Chipmunks di Margo City Depok, trus makan di Solaria ditraktir Najwa. Bisa dibilang syukuran kelulusan Ida dan perpisahan Najwa yang mau nyusul suaminya ke Jepang bulan Januari ini. Sedikit sedih, tapi banyakan senengnya... Aku bakal kangen sama kalian! Jangan lupa resolusi akhir tahun 2010 yaaa...

Minggu 3 Januari, jadwal rutinku ngaji di daerah Jakarta Selatan. Akhirnya setelah beberapa minggu "beliau" ada agenda ke luar negeri, kita ketemu lagi. Tapi tenang, selama "beliau" pergi kita tetep ngaji mandiri qo, heee... Eh, agenda ini bisa disebut silaturahmi juga kan???!

Rabu 6 Januari 2010, sebenernya ini udah lewat waktu liburan. Tapi masih termasuk agenda suilaturahmi juga qo... Kali ini aku ketemu dengan temen2 akhwat UI di Pecel Lele Lela Margonda Depok, senangnyaaaaa!!!! Ada yang dari FIB, FKM dan FMIPA. Banyak cerita2 karena kita udah lama banget gak ngumpul, apalagi update informasi dari salah satu temenku yang masih memegang amanah di UI. Penting tuh! Mudah2an silaturahmi kita tetep terjaga, kita rencanakan agenda pertemuan berikutnya yaaaa...

Hhhhh... meskipun belum semua sahabat-sahabatku kukunjungi, tapi setidaknya beberapa hari kemarin membuka kembali agenda silaturahmi yang terlalaikan. Padahal mereka juga punya hak atas diriku, heee... Mudah2an waktu2 ke depan aku bisa kembali menyambung tali silaturahmi itu. Kangen kalian semua... (^.^)

Sabtu, 02 Januari 2010

liburanku (1)

Bulan Desember 2009 ini banyak banget long weekend-nya, ditambah akhir tahun jadi kerasa banget bulan liburan... Pastinya bakalan rugi kalo liburan ini cuma dipake istirahat, tidur di rumah, nonton tv, makan! heheee... Mumpung liburan panjang akhirnya aku manfaatin untuk jalan2 dan kumpul sama keluarga & teman2.

Nah, long weekend tanggal 24-27 Desember aku dan keluargaku akhirnya bisa kumpul semua lengkap! Ba'da subuh kita berangkat dari Bogor menuju Bandung, soalnya kita mau jemput si ade kecil yang sekarang dipanggil abang... Habis itu langsung menuju Cipanas, Garut. Kira-kira waktu dzuhur sampai di resort tempat menginap, Sabda Alam Resort. Tempatnya asik banget! kita dapet cottage di atas air gitu, satu cottage ada dua kamar. Kamarnya berlantai kayu dengan teras yang menghadap danau di samping tempat tidurnya. Di kamar mandi ada jacuzzi yang cukup besar terbuat dari batu2 alam dan dilengkapi dengan air panas alami, lantai kamar mandinya juga dipenuhi dengan batu2 alam. Pas sorenya tuh gerimis2 gitu... Aku sama keluargaku duduk2 di teras sambil ngemil, nonton anak2 yang pada berenang di kolam air panas, kaskus-an! hehee... Makan malem kita di tempat makan di samping kolam renang dan danau yang banyak ikannya, ditemani lampu2 hias yang bikin romantis suasana. Hmmm... malam pertama di Sabda Alam Resort cukup menyenangkan...

Besoknya kita sarapan di tempat yang sama, tapi pagi ini lebih banyak yang bermain air di kolam renang. Jadi rame deh... Sehabis makan aku ikut2an berendem di jacuzzi kamar pake air panas, assiiiikkkkkk!!! Habis mandi, aku ikut ibu-bapak maen air di wisata air Sabda Alam. seruuuu.... Trus sebelum makan siang, aku dan adeku naik mini jet coaster yang namanya "oray-orayan" (bahasa sunda, dalam bahasa Indonesia: ular-ularan). Habis makan siang kita pulang menuju Bandung...


Di Bandung, mas sahid sama billy tidur di kosan. Aku ibu-bapak cari hotel di sekitar kosan buah batu, cuma sekedar nginep semalem. Besoknya setelah jemput tu anak 2 di kosan, kita langsung jalan2 ke kota! heheee... tepatnya sih belanja ke distro2 di Bandung, biar kayak anak gaul. hihiiiii... habis belanja kita langsung menuju Cipanas-Cianjur untuk bermalam di Kota Bunga. Sebelum sampai cottage, kita belanja dulu di pasar. Rencananya kita mau masak sendiri biar lebih asik dan gak keluar biaya mahal buat makan.

Kira2 sore jam 3an, kita sampe di Kota Bunga. Tempatnya gak kalah asik sama Sabda Alam. Dari kamar kita bisa liat pemandangan kolam renang dan bukit2 gitu. Trus aku sama abang-ade dapet kamar di lantai atas, tepatnya sih loteng. Soalnya atapnya tuh miring, kayak loteng di tipi2! hehee... tapi seru, sambil tidur bisa liat langit dari jendela yang pas di atas kasur. Habis naro2 barang, kita langsung persiapan masak. Mas Sahid masak nasi, Billy bantu ibu bikin tumis kangkung dan lauk lainnya, aku bikin roti panggang coklat/corned, dan bapak... hmmmmm, bapak nonton tipi!!! Selesai masak gak lama semua makanan habis, padahal masaknya lama... Malamnya kita jalan2 ke Little Venice, kebetulan di sana lagi ada bazzar. Aku dan abang-ade beli celana sama beli kerak telor. Suasana di tempat ini romantis banget, rencananya besok pagi kita mau naik gondola di Little Venice ini... Tidur malam ini di loteng bener2 enak, serasa rumah sendiri...
Keesokan paginya setelah beberes barang, kita lanjut ke Little Venice. Aku abang-ade naik gondola. Seru deh serasa di Venezuela beneran, naik gondola mengelilingi kota yang mengapung di atas air... Siangnya kita pulang balik ke Bogor!
Hmmm... liburan kali ini seru banget, gak akan kulupa!!! luv u ibu-bapak dan abang-adeku...

Jumat, 11 Desember 2009

tigadesembernolsembilan

Hmmmmm... mungkin menjadi salah satu hari yang berkesan buatku, hari terakhir aku mengajar sebagai asisten dosen di semester gasal ini. Aku inget gimana mereka (baca: mahasiswa yang jadi muridku di kelas) memintaku untuk menjawab semua soal yang mereka sebut "kisi-kisi" ujian. Fiuhh... padahal saat itu aku berasa mau pingsan, karena belum makan ditambah pusing saking kebanyakan soal yang dikerjain di papan tulis. Tapi melihat semangat mereka dan antusiasnya mereka ngedengerin "ocehan"ku yang pastinya bermanfaat (heheee... tapi iya kann???), aku jadi lupa dengan keinginanku untuk pingsan.

Di akhir kelas aku keluar untuk mengambil sesuatu. Ketika aku datang kembali, sepertinya mereka senang melihat apa yang aku bawa! Malah, mereka yang sedang duduk-duduk di luar kelas jadi masuk lagi untuk menikmati yang ada di dalam kotak yang aku bawa. Gak seberapa heboh sih, cuma sekotak J-pops. Tapi sepertinya aku membuat mereka senang, heheee... Ternyata hari itu ada yang bawa kamera, tanpa pake nolak aku langsung berpose paling depan bersama duapuluhan lebih mahasiswa tingkat dua. Seruuuuuu banget!!!

Setelah selesai kelas asisten dosen, aku langsung menunaikan kewajibanku kepada Allah, sholat ashar. Aku bersyukur atas apa yang telah Ia berikan... Kebahagiaan!

Tanpa istirahat, aku masuk kelas berikutnya dan merubah statusku menjadi asisten laboratorium manual. Kubawa sisa dua kotak J-pops yang kubeli untuk di kelas keduaku hari itu. Kelas keduaku memang jumlahnya lebih banyak, sekitar tigapuluhan orang karena ditambah kelas aslab sebelah yang aku gantikan. Ketika masuk kelas, tentu saja dua kotak ini menjadi pemandangan yang mereka sukai! heheee... Mereka semangat banget ngerjain soal karena buat yang udah ngumpulin jawaban boleh memilih J-pops duluan.

Selesai mereka ngerjain soal lab, bukan berarti kelas selesai dan mereka bubar. Ada yang minta didengerin curhatnya selama menjadi salah satu panitia di kampus, atau ada juga yang curhat masalah kesulitan dalam mengikuti mata kuliah akuntansi. Yang bikin aku seneng, mereka memintaku untuk mengajar mereka lagi...

Fiuhh... sepertinya aku telah menunaikan kewajibanku dengan baik. Ini memang kelas aku yang pertama, tapi sangat meninggalkan kesan yang mungkin akan selalu menjadi motivasi aku untuk mengajar lagi semester depan dan seterusnya... Makasih ya adik-adikku yang manis, aku gak lupa qo nama kalian!!!

.asdos/lab AB baik hati.

Minggu, 22 November 2009

MaPPI

...Bersamamu ku habiskan waktu
senang bisa mengenal dirimu
rasanya semua begitu sempurna
sayang untuk mengakhirinya...

hufff... waktu satu tahun lebih ternyata gak terasa. setiap yang datang pasti akan pergi... terlalu banyak yang bisa kuingat di sini, di MaPPI.

Sebuah ruangan kecil dengan banyak cerita dan segudang ilmu.
Bang Acil, seorang bijaksana yang dekat dengan semua personil MaPPI.
Bang Ali, seorang yang kritis tapi peduli dengan kondisi internal MaPPI.
Bang Andri, seorang yang super sibuk tapi sering menjadi tempat curhatnya para junior ingusan.
Bang Iwa, seorang yang merepotkan tapi yang paling bisa diajak bercanda.
Bang Reza, seorang IT'erz yang jarang pulang ke MaPPI udah kayak Bang Toyyib.
Achonk, "abangnya" Angger ini yang paling dewasa dan ketua dari junior ingusan, sering iseng tapi bisa diajak serius. pinter dan paling seneng bergaul dengan Lek mino (tukang gado2 paling gaul se-Indonesia dan tetangganya! hehe...)
Arya, orang aneh dengan rambut dan jenggot berantakan, celana melorot dan sobek2, ringtone handphone lagu gak jelas teriak2, tapi sangat cerdas, bisa diandalkan biarpun tampang gak mendukung (hehee... maap ya!).
Atiw, ibunya MaPPI. ngurusin segala keperluan MaPPI, yang paling sibuk kalo MaPPI ada kegiatan, kadang cabul tapi suka mengutarakan ide2 cemerlang yang ternyata positif juga! heheee...
Angger "nggerow", adik paling kecil di MaPPI. tiba2 jadi adeknya Achonk cuma karena punya mata yang sama sipitnya dengan Achonk. paling polos dan kadang tak berdaya kalo udah jadi bahan "ceng"-an anak2 MaPPI.

terlalu banyak hal-hal lucu, nyebelin, nyenengin dan curhat2an gak penting yang terjadi di MaPPI. soal "mbak titi" yang keturunannya hampir habis gara2 kita sering masang perangkap tikus. soal listrik yang naik-turun bikin pusing Bang Reza. soal gempa yang bikin Bang Andri lari ke bawah cuma pake kaos singlet tanpa sendal. soal Bang Acil yang kita tinggalin di MaPPI sendirian waktu ketiduran di sofa. kesibukan raker, AJP, pameran KY, dan segala proyek yang bikin lega kalo udah beres! heheee...

waktu setahun lebih ternyata gak kerasa..

Rabu, 19 Agustus 2009

Lagu ini...

TOTALITAS PERJUANGAN

Kepada para mahasiswa
Yang merindukan kejayaan
Kepada rakyat yang kebingungan
Di persimpangan jalan

Kepada pewaris peradaban
Yang telah menggoreskan
Sebuah catatan kebanggaan
Di lembar sejarah manusia

Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun ke jalan
Demi mempersembahkan jiwa dan raga
untuk negeri tercinta...



Para aktivis mahasiswa pasti tau dan hafal dengan lagu ini...
Lagu inilah yang mengiringi saat aku pertama kali mengikuti kegiatan sebagai mahasiswa baru di Kampus Perjuangan. Lagu inilah yang membakar semangat ketika diriku "turun ke jalan" sambil mengepalkan jari-jari tinjuku dan menjalankan tugas sebagai salah satu agen perubahan. Lagu inilah yang membuat kerinduan sebagai mahasiswa begitu kuat... Satu hal lagi yang membuat aku tambah bangga dengan lagu ini adalah karena lagu ini bisa membangkitkan keinginan adik kecilku untuk menjadi seseorang yang berguna bagi kampus dan juga bangsanya...

Kamis, 13 Agustus 2009

JILBAB TRAVELER???!!! siapa takut...

Satu lagi buku Asma Nadia telah "kuhabiskan"... JILBAB TRAVELER! Buat yang nge-fans sama Mbak Asma pasti tau, karena buku ini berbeda dengan buku-buku Mbak Asma yang lainnya. Aku gak akan cerita banyak tentang buku ini, soalnya akan lebih seru kalo kamu baca sendiri. Lebih bagus lagi sih kalo beli, soalnya buku ini dilengkapi kamus kecil-kecilan mengenai percakapan sehari-hari di berbagai negara.

Setelah baca buku ini (dan buku LASKAR PELANGI tentunya), aku semakin pengen mengelilingi dunia. Menjadi seorang JILBAB TRAVELER!!! Tapi karena masih banyak keterbatasan, mungkin cita-cita itu kutunda sampai waktu yang tepat. hihihiiii...

Sebenernya aku paling suka sama yang namanya jalan-jalan. Bahkan aku tak pernah takut untuk jalan sendirian, menurut aku jalan-jalan sendirian bikin aku menikmati dan lebih perhatian dengan suasana sekitar. Mungkin ini salah satu sifat yang diturunkan ibu, tapi bedanya kalo aku jalan-jalan sendiriannya cuma naik angkutan umum. heeee... Yang paling aku suka naek kendaraan umum tuh kereta api. Yah, meskipun udah beberapa kali kesilet di kereta ekonomi! Paling suka kalo naek kereta jarak jauh, apalagi ngeliat pemandangan yang kebanyakan sawah-sawah gitu... Hmmmm, jadi pengen deh nyoba naek kereta api terus melintas di rel sepanjang tol Cipularang. Suka banget pemandangannya cuy!!! Selain itu naek kapal ferry, banyak yang bilang kalo naek kapal ferry bikin mual. Tapi buat aku enak banget, jadi ngerasa kayak di TITANIC (ups, enggak qo...). Anginnya bikin seger, terus pemandangan yang dimana-mana air jadi bikin ngerasa dunia ini luaaaasssss banget!!! Yang agak-agak nyeremin itu naek bis dan pesawat, ngerasa gak aman aja... Harapannya sih, ini cuma pengennya loh, kalo bisa aku dapet suami yang seneng jalan-jalan juga. Biar aku gak sendirian lagi, jadi ada temennya gitu... (jadi malu!!)

Nah, dari beberapa negara yang diceritakan dalam buku JILBAB TRAVELER, aku cukup tertarik dengan negara Korea. Tapi bukan karena aku ngefans sama Goo Jun Pyo loh (ampun deh!). Yang sangat aku inginkan dari semuanya adalah bisa keliling Indonesia. Hmmmm... pernah sekali-sekalinya ngelilingin Indonesia dari Aceh sampe Papua naik sepeda pula, yup di TMII!!! Kalo yang beneran sih, masih ece'-ece' banget. Sebelah barat baru nyampe ujung Lampung doang, timur baru menapaki Pulau Bali dan Lombok... Tapi Alhamdulillah, baru segitu aja aku sangat mengagumi ciptaan Allah. Yah semoga saja nanti kalo dikasih rizki dan kesempatan sama Allah aku bisa mewujudkan cita-cita ini. Doain ya teman... ^.^


"Dia-lah yang Menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya..." (Al-Mulk:15)

Senin, 10 Agustus 2009

cerita tentang kilau mutiara yang disinari matahari

suatu pagi aku menemukan sebuah mutiara. indah sekali... apalagi jika di mutiara itu terpantul sinar matahari yang membuatnya menjadi sangat berkilau. kugerak-gerakkan mutiara itu, kulihat-lihat, dan kupakai bermain. ada rasa ingin memiliki sang mutiara indah itu. akhirnya kusimpan saja baik-baik di dalam sebuah kantong milikku yang awalnya kosong. namun, aku tau pasti mutiara itu ada yang punya.

setelah lama kusimpan mutiara indah itu, datanglah si pemiliknya. aku berkenalan dengannya, dan ternyata dia begitu baik. sangat baik... tapi aku merasa dia menginginkan aku mengembalikan sang mutiara indah miliknya. perlahan-lahan aku mencoba untuk merelakan bahwa mutiara itu memang bukan milikku. dengan susah payah menahan rasa, akhirnya aku berani untuk mengembalikan sang mutiara indah kepada pemiliknya.

tahun demi tahun aku tak pernah melihat mutiara indah itu lagi. namun justru aku telah bersahabat dengan pemiliknya. bahkan pemiliknya sempat menawari aku dengan mutiara-mutiara lain yang ia miliki. ada beberapa mutiara yang sepertinya lebih indah, tapi entah kenapa aku masih saja teringat dengan mutiara indah miliknya yang dulu aku temukan.

suatu saat, takdir membuatku melihat mutiara itu lagi. entahlah apa si pemiliknya tau jika aku memang menginginkan mutiara miliknya itu, sehingga seperti secara tidak sengaja dia menyuruhku ke tempat mutiara itu disimpan olehnya. dan aku pun melihatnya lagi...

mutiara itu masih sama indahnya, atau mungkin lebih indah lagi karena sering digosok dan dibersihkan oleh sang pemilik. diam-diam kukagumi lagi mutiara indah itu. rasa kagum ini kurasakan lebih besar daripada waktu pertama kali kusimpan mutiara indah itu. ternyata si pemilik melihatku mengagumi mutiara miliknya. akhirnya kuberanikan diri untuk maminta mutiara itu agar bisa menjadi milikku. namun ia tidak mengatakan "iya", tapi ia cukup membiarkanku bermain-main. batapa senangnya aku bisa bermain dengan mutiara yang aku inginkan dari dulu, meskipun si pemilik belum bisa memberikannya padaku.

ternyata aku tak bisa membohongi perasaanku yang khawatir karena telah bermain-main dengan yang bukan milikku, padalah aku tau si pemiliknya tak menyukai itu. jika aku terus-terusan bermain dengen mutiara miliknya, pasti dia akan marah. tapi aku benar-benar menyukai mutiara miliknya... semoga suatu saat nanti si pemilik mutiara itu bisa memberikan mutiara indah yang aku inginkan. atau kalaupun tidak semoga ia memberiku mutiara lain yang lebih indah...

Kamis, 09 Juli 2009

teringat akan mereka...

Tadi pagi ketika berangkat ke kampus aku se-angkot dengan ibu tetangga, kami cukup banyak bercerita mulai dari bersamaan naik angkot sampai aku turun di dekat stasiun Bogor. Beliau berbagi cerita tentang putra-putrinya yang kini sudah menikah dan bekerja di luar kota, bahkan luar pulau. Yah, aku jadi inget ibu sama bapak! Baru aja kemaren aku dan abangku mengantarkan “si adik kecil” mencari tempat kost di Bandung. Berarti sebentar lagi ibu dan bapak bakalan cuma berdua di rumah…

Malam sebelumnya aku iseng nanya sama bapak “pak, bapak udah rela Billy kuliah di Bandung?” Beliau jawab “yah namanya juga anak sekolah, bapak mah rela”. Hiks… jadi kepengen nangis! Gak kerasa anak-anak bapak dan ibu udah gede, dan pasti suatu saat juga bakal “pergi” dari rumah kayak cerita si ibu tetangga tadi. Ibu tetangga yang lain juga pernah bilang padaku kalau ibuku bercerita padanya tentang aku dan abangku yang sekarang udah kerja, katanya ibu cerita sambil nangis saking senengnya dan terharunya. Padahal aku dan abangku kerja juga masih belajar dan masih jauh dari kata mapan, apalagi sampe bisa ngasih sesuatu buat ibu.

Aku jadi sedikit inget sama seorang ibu tua, kayaknya malah lebih tua dari nenekku, yang sering aku liat di stasiun Bogor. Ia berdiri dengan bertumpu pada sebuah tongkat sambil meminta belas kasihan orang yang lewat. Lalu pada seorang kakek tua yang sudah bungkuk berjalan kaki sendirian di sepanjang trotoar kebun raya. Inget dengan komentar bapak “duuhhh, kasian si aki! Anaknya kemana? Kalo nyasar atau gak inget jalan pulang gimana? Ntar kalo bapak udah tua jangan dibiarin jalan sendirian kayak gitu ya. Sekarang aja bapak udah pikun, apalagi kalo udah jadi aki-aki.” Dan ibu yang sering bilang “kalo ibu udah tua jangan dimasukkin ke panti jompo loh!” heheee…

Gak kebayang gimana kira-kira lima, sepuluh atau dua puluh tahun kedepan. Masihkah kedua orang tuaku bisa bersamaku? Pengennya habis lulus kuliah ini aku tinggal di Bogor nemenin ibu sama bapak yang mungkin udah pensiun, tapi kadang aku masih tetep kepengen bisa mengejar cita-cita juga… Belom lagi kalo udah nikah, gak tau bakal dibawa kemana sama suami (hihihiiiii..). Semoga dimudahkan untuk tetap menjaga dan merawat mereka, seperti mereka menjaga dan merawatku sewaktu aku masih kecil.

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih saying dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mengasihiku sewaktu kecil’”. (Al-Israa’: 23-24)

Ya Allah, lindungilah keduanya karena Engkau Sebaik-baik Pelindung.

Minggu, 07 Juni 2009

untuk seorang adik kecil

Tadinya aku berpikir, adik kecil tetaplah adik kecil... Tak sadar kalau adik kecil itu sekarang telah dewasa. Semalam ia bercerita banyak sekali tentang persiapannya masuk kuliah, aku menikmati ceritanya. Menikmati memandangnya bercerita dengan begitu antusias. Tak pernah sadar kalau suatu saat dia tak akan lagi bersamaku di bawah atap yang sama. Dia juga akan pergi, sama sepertiku, sama seperti abangku.

Bagiku, adik kecil tetaplah adik kecil yang harus selalu kujaga... Tak sadar adik kecil itu sekarang memiliki badan yang jauh lebih besar dari badanku, sehingga aku tak perlu khawatir lagi. Kulihat foto dirinya 16 tahun lalu, berkulit putih dan berbibir mungil (hahahaaa... lucu banget deh!). Kuingat bagaimana ia menangis ketika "dipaksa" makan oleh ibu, menangis waktu bertengkar dengan abangku, menangis jika berangkat sekolah TK, menangis sambil mengetuk-ngetuk pintu kamarku karena takut tidur sendirian. Tak pernah sadar kalau adik kecil itu sudah menjadi dewasa, dan tak pernah menangis lagi.

Setelah kutunaikan kewajibannku pada Rabbku, aku berdoa sambil mengingat adik kecilku. Betapa ia sangat kusayang, betapa aku sangat merasa kehilangan jika ia pergi jauh (padahal cuma ke Bandung). Aku meminta semoga Allah mengabulkan apa yang ia pinta, selalu menjaganya dimanapun ia berada.



09 Juni 200
9
For my little brother,
Selamat ulang tahun Bill...


Senin, 01 Juni 2009

Mang Iming

Seseorang yang aku temui hari Minggu kemaren saat aku keluar dari sebuah rumah makan di daerah Pakuan. Tadinya sih gak yakin kalo itu beneran dia, tapi ingatanku gak mungkin salah... Beliau gak banyak berubah!

Terlintas kejadian 13 tahun lalu, ketika aku masih kelas 3 SD...

Hari itu hari Jumat, aku masuk sekolah jam 2 siang. Entah kenapa hari itu jemputanku gak dateng-dateng. Padahal aku udah nunggu di depan jalan rumahku. Akhirnya karena takut tambah telat, aku minta abangku yang baru pulang sholat Jumat untuk mengantarkan ke sekolah. Yah, saat itu abangku juga masih sekolah kelas 5 SD, tapi setidaknya dia udah bisa naek angkot sendiri.

Akhirnya berita itu sampai juga ditelingaku...

Mang Iming kecelakaan!!!

Ya, dia adalah supir jemputanku. Dia orang yang sangat baik, dan ibuku juga percaya aku dianter jemput olehnya. Aku dan keluargaku cukup dekat dengan beliau. Mendengar kabar itu, aku langsung nangis... Ternyata mobil jemputan Mang Iming ditabrak oleh mobil lain yang dikemudikan oleh seorang ibu berkebaya yang bukannya menginjak rem, tapi malah menginjak gas. Mobil jemputan Mang Iming terguling, menewaskan satu orang anak kelas 1 SD tetangga. Mang Iming sempat dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan... Dan memang ternyata bukan beliau yang salah. Tapi kejadian itu sangat membuat trauma Mang Iming dan beberapa orang tua yang menitipkan anak-anaknya kepada beliau, termasuk ibuku.

Sejak saat itu aku diajari naek angkot sendiri ke sekolah...

Beberapa tahun sejak kejadian itu, aku pernah beberapa kali ketemu Mang Iming. Setelah berhenti menjadi supir jemputan, beliau beralih profesi menjadi supir angkot. Dan kemarin ketika aku bertemu lagi dengannya, dia sudah membawa mobil Atoz berwarna oranye. Satu hal yang bikin aku seneng, beliau masih mengingatku, ibu dan juga abangku!!!

13 tahun sudah kejadian itu berlalu...
Semoga Mang Iming selalu dalam penjagaan Allah, Dzat yang paling baik menjaga sesuatu...