Pagi tadi aku bersama suamiku makan ketoprak di pinggir jalan margonda... Tiba-tiba kulihat seorang bapak tua menyebrang dari sebrang jalan tempat kami makan, tak kusangka ternyata ia seorang buta dengan peci di kepala dan tongkat yang digunakan untuk berjalan. Sayangnya trotoar pemisah jalan itu berpagar, sehingga si bapak tua kesulitan menyebrang. Ia harus menyusuri jalan hingga menemukan celah tanpa pagar, agar ia bisa melanjutkan jalan ke sebrang. Aktivitas makanku berhenti sejenak untuk memperhatikan si bapak tua, tak terpikirkan bagaimana caranya ia dapat menyebrang, tak bisa kubayangkan bagaimana jika ia tertabrak kendaraan yang melaju kencang di jalan besar itu. Tapi ternyata tidak semua pengguna jalan raya itu begajulan, mereka pasti paham bahwa yang sedang menyebrang adalah seorang bapak tua yang buta dengan peci di kepala dan tongkat yang digunakan untuk berjalan, sehingga ada seorang pengemudi motor yang melambai-lambaikan tangan ke atas agar pengemudi kendaraan lainnya yang dibelakang dapat memperlambat laju kendaraannya. Dan akhirnya si bapak tua itu sampai ke tujuan dengan selamat. Subhanallah, Allah Memberikanya tak dapat melihat, namun Ia selalu Memberikan perlindungan bagi setiap hambaNya...Rabu, 23 Februari 2011
cerita di suatu pagi
Pagi tadi aku bersama suamiku makan ketoprak di pinggir jalan margonda... Tiba-tiba kulihat seorang bapak tua menyebrang dari sebrang jalan tempat kami makan, tak kusangka ternyata ia seorang buta dengan peci di kepala dan tongkat yang digunakan untuk berjalan. Sayangnya trotoar pemisah jalan itu berpagar, sehingga si bapak tua kesulitan menyebrang. Ia harus menyusuri jalan hingga menemukan celah tanpa pagar, agar ia bisa melanjutkan jalan ke sebrang. Aktivitas makanku berhenti sejenak untuk memperhatikan si bapak tua, tak terpikirkan bagaimana caranya ia dapat menyebrang, tak bisa kubayangkan bagaimana jika ia tertabrak kendaraan yang melaju kencang di jalan besar itu. Tapi ternyata tidak semua pengguna jalan raya itu begajulan, mereka pasti paham bahwa yang sedang menyebrang adalah seorang bapak tua yang buta dengan peci di kepala dan tongkat yang digunakan untuk berjalan, sehingga ada seorang pengemudi motor yang melambai-lambaikan tangan ke atas agar pengemudi kendaraan lainnya yang dibelakang dapat memperlambat laju kendaraannya. Dan akhirnya si bapak tua itu sampai ke tujuan dengan selamat. Subhanallah, Allah Memberikanya tak dapat melihat, namun Ia selalu Memberikan perlindungan bagi setiap hambaNya...Rabu, 16 Februari 2011
Rasaku...
Bahagianya...
Melihat adanya cinta di dirimu
Mendengar suara hembusan nafasmu
Menggenggam jari-jemarimu
Merasakan hangatnya kasih sayangmu
.
Bahagianya bersamamu...
Melihat adanya cinta di dirimu
Mendengar suara hembusan nafasmu
Menggenggam jari-jemarimu
Merasakan hangatnya kasih sayangmu
.
Bahagianya bersamamu...
Rabu, 19 Januari 2011
Perkembangan 3 Bulan Kehamilanku
Minggu lalu aku periksa ke dokter kandungan, Alhamdulillah usia kandunganku sudah lebih dari 12 minggu. Malah berdasarkan pemeriksaan USG, kendunganku lewat dari 13 minggu. Ketika diperiksa dan dilihat dari layar USG, bentuk janinnya sudah jauh berkembang dari sejak bulan lalu. Sekarang bentuk janinnya sudah terlihat jelas kepala, badan, kaki dan tangannya. Ukuran panjang kepala sampai pantat sekitar 6 cm-an, dan lebar kepala 2 cm-an. Bahkan dari layar USG sudah terlihat tangan dan kakinya aktif bergerak, pantatnya juga sudah bisa bergerak-gerak. Alhamdulillah... Selain itu dokter mempergunakan alat deteksi jantung, mirip radio gitu. Dada janinku terlihat naik turun, terdengar juga bunyi detak jantunya yang cepat. Subhanallah... Aku melihat raut muka suamiku yang juga sedang memperhatikan layar USG, dia senyum-senyum sendiri. Heee... Ya Allah, semoga Engkau Menjaga dan Melindungi calon bayi kami.
Selasa, 11 Januari 2011
Kabar Gembira!!!
Tulisan pertamaku di tahun 2011...
.
Hmmm.. ada kabar apa ya???
Alhamdulillah usia kandunganku sekarang udah memasuki bulan ketiga. Iya, sejak tiga bulan lalu aku positif hamil. Awalnya aku cek pake testpack murah (harganya cuma 3ribu doang!), garis kedua yang biasanya gak ada mulai kelihatan. Aku sempet ragu karena warnanya gak semerah garis pertama, hari kedua dan beberapa hari berikutnya aku coba tes lagi dengan menggunakan testpack yang harganya lebih mahal dan akurat, dan ternyata semakin hari semakin jelas warna garisnya. Akhirnya aku dan suamiku memutuskan untuk ke dokter kandungan. Nah, untuk menentukan dokter siapa, di rumah sakit mana, dan harus ngapain2nya aku nanya temen kakakku yang bekerja sebagai bidan di salah satu rumah sakit ibu dan anak di kota Depok. Dari dialah aku banyak mendapatkan informasi mengenai dokter yang baik dan juga obat atau vitamin yang sebaiknya aku minum.
.
Kali pertama kami ke dokter, kami bingung apa yang harus ditanyakan. Dokter yang meriksa Alhamdulillah seorang ibu berjilbab yang sudah cukup berumur, jadi pasti sudah berpengalaman.. Akhirnya aku di periksa dengan menggunakan USG abdominal (yang diperiksa dengan menggunakan alat yang digeser2kan di atas perut, kalo yang dimasukkan lewat vagina itu transvaginal namanya. betul gak bu dokter?). Ternyata si janin belum kelihatan, masih berbentuk penebalan dinding rahim di sebelah kanan. Kata bu dokter, janin baru akan kelihatan kalau sudah berusia 6 minggu. Meskipun waktu itu berdasarkan pemeriksaan dokter aku belum positif hamil, tapi aku mulai minum susu hamil dan mulai menjaga makan dan kondisi tubuh. Tak sabar aku menunggu minggu keenam dari kehamilanku...
.
Selang beberapa minggu berikutnya, kami ke dokter yang sama. Setelah diperiksa dengan USG, akhirnya bu dokter menemukan si janin. Ukuran fetusnya (kalo gak salah fetus ini istilah untuk kantong kehamilan) masih kecil banget. Berdasarkan buku yang aku baca, pada usia 6 minggu, janin hanya sebesar biji apel. Alhamdulillah, perasaan kami saat itu luar biasa senang. Apalagi ketika suamiku sudah melihat calon anak kami di monitor USG. Sejak saat itu ia sering membuatkanku susu setiap pagi, mengelus2 perutku yang belum mulai membesar, memijati pundak dan kakiku. Subhanallah...
.
Ya Allah, jagalah dan lindungilah janin yang ada di rahimku ini
Jadikanlah ia penyejuk hati bagi ayah-bundanya
Kamis, 11 November 2010
Punya anak??! mau lah...
Setiap wanita yang sudah menikah pasti menginginkan segera memiliki anak, malah ada temenku yang belum nikah aja udah kepengen ngerasain hamil dan punya anak! heee... bulan-bulan pertama setelah menikah selalu pertanyaan "udah isi belum?" yang diucapkan jika bertemu dengan teman, saudara, atau tetangga.
.
Ya, aku sebagai wanita biasa dan normal tentunya juga ingin segera memiliki anak. sebulan, dua bulan, tiga bulan sudah perjalanan pernikahanku. tapi belum juga ada tanda-tanda aku segera memiliki anak. mungkin pertamanya agak risih karena tidak bisa menjawab pertanyaan mereka, tapi lama-lama jadi biasa aja. aku sadar, Allah Maha Mengetahui dan Maha Kuasa. Ia Tahu yang terbaik bagiku, dan Ia pasti akan Memberikanku anak pada saat yang tepat. Sejauh ini aku masih bisa menerima sambil menikmati waktu-waktuku berdua dengan suami, sampai aku dipercaya untuk menjadi seorang ibu bagi anak-anakku nanti.
.
Ya Allah...
Hanya kepada Engkau kami meminta
Hanya kepada Engkau kami memohon
Berikanlah kami kesabaran dan kekuatan
Dan takdirkanlah kebaikan pada kami
Amin
.
"Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat..."
(Al-Baqoroh [2] : 45)
Langganan:
Postingan (Atom)