Rabu, 19 Januari 2011

Perkembangan 3 Bulan Kehamilanku

Minggu lalu aku periksa ke dokter kandungan, Alhamdulillah usia kandunganku sudah lebih dari 12 minggu. Malah berdasarkan pemeriksaan USG, kendunganku lewat dari 13 minggu. Ketika diperiksa dan dilihat dari layar USG, bentuk janinnya sudah jauh berkembang dari sejak bulan lalu. Sekarang bentuk janinnya sudah terlihat jelas kepala, badan, kaki dan tangannya. Ukuran panjang kepala sampai pantat sekitar 6 cm-an, dan lebar kepala 2 cm-an. Bahkan dari layar USG sudah terlihat tangan dan kakinya aktif bergerak, pantatnya juga sudah bisa bergerak-gerak. Alhamdulillah... Selain itu dokter mempergunakan alat deteksi jantung, mirip radio gitu. Dada janinku terlihat naik turun, terdengar juga bunyi detak jantunya yang cepat. Subhanallah... Aku melihat raut muka suamiku yang juga sedang memperhatikan layar USG, dia senyum-senyum sendiri. Heee... Ya Allah, semoga Engkau Menjaga dan Melindungi calon bayi kami.

Selasa, 11 Januari 2011

Kabar Gembira!!!

Tulisan pertamaku di tahun 2011...
.
Hmmm.. ada kabar apa ya???
Alhamdulillah usia kandunganku sekarang udah memasuki bulan ketiga. Iya, sejak tiga bulan lalu aku positif hamil. Awalnya aku cek pake testpack murah (harganya cuma 3ribu doang!), garis kedua yang biasanya gak ada mulai kelihatan. Aku sempet ragu karena warnanya gak semerah garis pertama, hari kedua dan beberapa hari berikutnya aku coba tes lagi dengan menggunakan testpack yang harganya lebih mahal dan akurat, dan ternyata semakin hari semakin jelas warna garisnya. Akhirnya aku dan suamiku memutuskan untuk ke dokter kandungan. Nah, untuk menentukan dokter siapa, di rumah sakit mana, dan harus ngapain2nya aku nanya temen kakakku yang bekerja sebagai bidan di salah satu rumah sakit ibu dan anak di kota Depok. Dari dialah aku banyak mendapatkan informasi mengenai dokter yang baik dan juga obat atau vitamin yang sebaiknya aku minum.
.
Kali pertama kami ke dokter, kami bingung apa yang harus ditanyakan. Dokter yang meriksa Alhamdulillah seorang ibu berjilbab yang sudah cukup berumur, jadi pasti sudah berpengalaman.. Akhirnya aku di periksa dengan menggunakan USG abdominal (yang diperiksa dengan menggunakan alat yang digeser2kan di atas perut, kalo yang dimasukkan lewat vagina itu transvaginal namanya. betul gak bu dokter?). Ternyata si janin belum kelihatan, masih berbentuk penebalan dinding rahim di sebelah kanan. Kata bu dokter, janin baru akan kelihatan kalau sudah berusia 6 minggu. Meskipun waktu itu berdasarkan pemeriksaan dokter aku belum positif hamil, tapi aku mulai minum susu hamil dan mulai menjaga makan dan kondisi tubuh. Tak sabar aku menunggu minggu keenam dari kehamilanku...
.
Selang beberapa minggu berikutnya, kami ke dokter yang sama. Setelah diperiksa dengan USG, akhirnya bu dokter menemukan si janin. Ukuran fetusnya (kalo gak salah fetus ini istilah untuk kantong kehamilan) masih kecil banget. Berdasarkan buku yang aku baca, pada usia 6 minggu, janin hanya sebesar biji apel. Alhamdulillah, perasaan kami saat itu luar biasa senang. Apalagi ketika suamiku sudah melihat calon anak kami di monitor USG. Sejak saat itu ia sering membuatkanku susu setiap pagi, mengelus2 perutku yang belum mulai membesar, memijati pundak dan kakiku. Subhanallah...
.
Ya Allah, jagalah dan lindungilah janin yang ada di rahimku ini
Jadikanlah ia penyejuk hati bagi ayah-bundanya

Kamis, 11 November 2010

Punya anak??! mau lah...

Setiap wanita yang sudah menikah pasti menginginkan segera memiliki anak, malah ada temenku yang belum nikah aja udah kepengen ngerasain hamil dan punya anak! heee... bulan-bulan pertama setelah menikah selalu pertanyaan "udah isi belum?" yang diucapkan jika bertemu dengan teman, saudara, atau tetangga.
.
Ya, aku sebagai wanita biasa dan normal tentunya juga ingin segera memiliki anak. sebulan, dua bulan, tiga bulan sudah perjalanan pernikahanku. tapi belum juga ada tanda-tanda aku segera memiliki anak. mungkin pertamanya agak risih karena tidak bisa menjawab pertanyaan mereka, tapi lama-lama jadi biasa aja. aku sadar, Allah Maha Mengetahui dan Maha Kuasa. Ia Tahu yang terbaik bagiku, dan Ia pasti akan Memberikanku anak pada saat yang tepat. Sejauh ini aku masih bisa menerima sambil menikmati waktu-waktuku berdua dengan suami, sampai aku dipercaya untuk menjadi seorang ibu bagi anak-anakku nanti.
.
Ya Allah...
Hanya kepada Engkau kami meminta
Hanya kepada Engkau kami memohon
Berikanlah kami kesabaran dan kekuatan
Dan takdirkanlah kebaikan pada kami
Amin
.
"Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat..."
(Al-Baqoroh [2] : 45)

Senin, 25 Oktober 2010

Satu bulan pernikahan

Hmmmm... sudah satu bulan lebih aku ngejalanin peran baru sebagai seorang istri. Satu bulan pertama ini kami isi dengan kebahagiaan. Mudah-mudahan jika diawali dengan kebahagiaan, InsyaAllah seterusnya hidup kami selalu diliputi kebahagiaan. Banyak hal-hal lucu yang kami alami berdua, ya, berdua. Karena sekarang kami bukanlah makhluk individu yang bisa melakukan apapun semaunya. Segala sesuatu yang kami lalukan, sekarang harus bisa dirasakan berdua. Tapi itulah nikmatnya, saling berbagi, saling memahami dan saling mengerti. Mungkin di awal-awal pernikahan muncul perbedaan yang baru kami ketahui, entah itu kebiasaan, kesenangan, atau cara berpikir. Justru itu yang dinamakan belajar, toh kami berdua bukanlah orang yang sudah berpengalaman dalam menikah! hee... Alhamdulillah kami adalah orang yang sama-sama mau belajar, jadi ketidaksempurnaan itu wajar.
.
Satu bulan pertama kami menyiapkan tempat tinggal baru. Sejak awal kami sepakat untuk memiliki tempat tinggal yang terpisah dari orang tua masing-masing, tujuannya untuk belajar mandiri dalam berumah tangga. Alhamdulillah keluarga kami pun gak melarang, malah membantu mencarikan rumah dan pindahan. Tapi, namanya juga anak-anak baru dewasa, setiap minggu kami selalu pulang ke rumah orang tua. Alhamdulillah rumah kedua orang tua kami tidak berjauhan, jadi bisa selang-seling tidurnya di rumahku atau rumah suamiku.
.
Satu bulan pernikahan, aku merasakan bahwa "menikah adalah separuh agama" itu benar. Dimana setiap detik waktu yang kita berikan untuk suami adalah ibadah, setiap pakaian yang kita cuci lalu setrika dengan tangan sendiri adalah ibadah, setiap gelas dan piring kotor bekas makan suami yang kita cuci dengan tangan sendiri adalah ibadah, setiap peluh yang kita keluarkan saat bekerja dengan niat mencari rejeki untuk keluarga adalah ibadah. Begitu besar pahala yang Allah berikan dan lipat gandakan bagi suami istri yang melakukan segala sesuatu dengan niat ibadah untuk keluarga.
.
September, 2010

Rabu, 29 September 2010

8 Agustus 2010

Dengan mengucap Bismillah, mengharapkan ridho Allah...
Dengan memohon restu bapak dan ibu...
.
Alhamdulillah kami menikah
.
Ya Allah...
Semoga Engkau Menjadikan pernikahan kami sebagai pernikahan yang barokah, sakinnah, mawaddah, wa rahmah.
Semoga Engkau Memberkan kami kekuatan untuk membina rumah tangga kami hingga Engkau Memisahkan kami oleh kematian.
Semoga Engkau Memberikan kami anak keturunan yang sholeh dan sholehah, yang akan memberikan bobot pada bumi ini dengan kalimat "Laa ilaa ha ilallah".
Amiin...
.
Bogor, 8 Agustus 2010
Rizki Diyah Masyitoh & Fajri Nursyamsi